5 Hal Tentang Temanggung dari #KacamataGeny

Beberapa kali ke Temanggung, dan selalu berakhir dengan kegiatan yang itu-itu aja, saya memberanikan diri nulis serial #KacamataGeny episode pertama.

  1. Padepokan Leyeh – Leyeh

Ada di dataran tinggi, udaranya sejuk cenderung dingin, dan masih relatif sepi bikin Temanggung tempat yang pas buat leyeh-leyeh. Ga usah kerja, ga usah mikir. Pokoknya cuma selonjoran, ngopi-ngopi, nonton serial di iFlix, dan semua kegiatan nirfaedah lainnya πŸ˜‚

  1. Semboyannya yang Unik “Temanggung Bersenyum”

Pertama kali denger semboyan ini saya kira saya salah denger, karena setau saya di bahasa Indonesia nggak ada kata ‘bersenyum’ adanya tersenyum. Tapi pas saya pertama kali menjejakkan kaki disana emg tulisannya ‘bersenyum’ bukan ‘tersenyum’. Saya coba cari di KBBI arti dari ‘bersenyum’ sampe sekarang kagak ketemu 😝 apakah kata ini belum masuk KBBI? atau malah udah diusir dari KBBI? #tanyaIvanLanin

temanggung 1

  1. Sumber gambar legend, “Dua gunung, jalan, sawah, matahari”

Hei kalian yang jaman SD suka gambar pemandangan dua gunung, trus ada jalan sama di kiri kanan ada sawah, kemudian dihias dengan matahari di antara dua gunung itu berarti masa kecil kalian KURANG IMAJINATIF. ORA KREATIF BLAS. Tapi pemandangan legenda ini sungguh ada dan terjadi. Jadi dua gunung yang menjadi template gambar konon adalah gunung Sindoro.dan Sumbing yang memang seolah mengapit kota kecil ini. Pada spot yang pas, kita bisa melihat dua gunung ini seolah berdampingan.

10891894_882482771782170_6497987113655762609_n

  1. Kota Tembakau

Temanggung ini kan ada di dataran tinggi, dan diselimuti udara yang adem gitu. Nah berkat perpaduan dua unsur tsb ditambah tanah yang cocok jadilah tumbuhan tembakau tumbuh subur disana.

alun-alun-temanggung-setelah-renovasi

  1. Wisata Alam Paling Menyiksa

(Posong, Kledung, pasar Papringan dan teman2nya)

Udah baca poin pertama kan? Mostly spot wisata di Temanggung itu wisata alam buat liat sunrise. Nah orang macam gue ini kanΒ  kalo udah kena udara dingin pinginnya bobok aja di rumah. Jadi tempat wisata itu semacam siksaan nyata, karena aku harus meninggalkan kasur πŸ˜–. Di bawah ini adalah satu pemandangan dari Kledung. Foto diambil sekitar jam 7 pagi.

IMG_20160131_074124

Khusus buat pasar Papringan, ini tu pasar wisata lokal yang dikelola masyarakat setempat. Jualannya kebanyakan jajanan pasar setempat. The unique point is the payment method. Di sini lembaran ratusan ribu rupiah ataupun pecahan seceng tidak diakui sodara-sodara! Apalagi lembaran dolarmu. Ra payu!

Sebagai gantinya, kita bayar transaksi pake kepingan bambu (bambu dalam bahasa jawa = Pring). Jadi sebelum masuk pasarnya di depan ada loket penukaran uang. Satu keping bambu harganya 2000. Tuker deh sesuai kebutuhan, dan belanja pake kepingan bambunya, misal sepincuk getuk harganya 2 Pring, atau 2 keping bambu, alias 4 rebu rupiah. Kepingan bambunya kayak di foto bawah ini.Oya, pasar ini nggak buka setiap hari. Jadi mending tanya warga lokal sebelum cabut.

photo_2018-04-17_17-02-38

Sekian serial #KacamataGeny episode perdana ini. Semoga akan lahir episode kedua dan seterusnya.

Kecup Mesra,

Mbak mbak Keji Pecinta Kasur di segala kondisi

 

NB: Gambar diambil dari SINI, SITU, dan SONOSONO

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *