#CutTheCord Plis Jangan Jadi Pengemis Traktiran

Beberapa waktu lalu gue bikin Instagram story yang isinya ajakan buat ‘ngapus kalimat, frasa, atau kata-kata minta traktiran di wish ulang tahun yang kita ucapin. Alasannya sederhana aja, emang nggak bisa apa kita ucapin selamat ke temen kita yang ulang tahun dengan tulus. Tanpa embel-embel ‘Traktir!’ atau ‘Ditunggu makan-makannya ya,’ atau apapunlah itu yang mengindikasikan kalo kita ‘ngarep traktiran atau makan gratis dari temen kita. Hei, kalo lu mau nyari makan gratis gak gitu caranya!

Instagram story gue ini dapet beberapa tanggepan. Yang paling banyak sih mereka ‘ngiranya gue lagi ulang tahun, dan ini pengalaman gue. Well, I am not denying that I also get the similar treatment when my birthday is coming. Tapi sesungguhnya gue terpaksa nulis ini karena geregetan ‘ngeliat birthday wish berbumbu minta traktiran yang seliweran di timeline media social gue. Awalnya gue mikir mungkin gue ‘ngerasa nggak nyaman karena secara finansial gue masih belum mampu buat traktir temen.

Beberapa waktu lalu Vice Indonesia ngulik masalah Ongkos Menjaga Pertemanan di Indonesia yang Mahal Gila, beberapa waktu lalu juga nemu twit bagus tentang tradisi traktir mentraktir yang harusnya dibabat mati.

photo_2018-04-21_15-36-09

Menurut gue fenomena ini cukup bikin resah dan gelisah sih ya. Apalagi pekerja muda yang finansialnya belum mapan. Nggak ngutang di akhir bulan aja suatu penghiburan.

Gue pribadi emang nggak pernah setuju sama kewajiban traktiran ulang tahun ataupun traktiran untuk kesempatan lain kayak resign kerja atau jadian. Gue berprinsip kalo dia emang mau ‘nraktir oke, tapi kalo nggak, nggak harus ngemis-ngemis minta traktiran juga. Gue percaya kalo gue mau ada perubahan kondisi, gue harus mulai duluan. Dengan nggak minta traktiran, gue berharapnya orang juga nggak akan minta gue nraktir waktu ulang tahun atau kesempatan lain. #CutTheCord

Harapan gue sebenernya agak muluk-muluk sih. Gue berharap kondisi pertemanan di sosial media terlebih di dunia nyata akan sedikit lebih tentram tanpa adanya hantu traktiran untuk ulang tahun, jadian, atau resign kerja. Dear people, lu nggak pernah tahu gimana kondisi sebenarnya dari orang yang lu mintai traktiran untuk momen – momen hidupnya itu. Bisa aja kan sebenernya dia lagi dalam kondisi keuangan yang mepet. Well, mungkin nggak kurang tapi beneran mepet. Uang yang mungkin bisa dia pake untuk bertahan beberapa hari harus ludes dalam semalam karena temen-temennya minta ditraktir. Percaya deh, kalo emang lagi ada dana, tanpa kalian ngerengek ngemis-ngemis minta ditraktirpun doi akan nraktir kita kok. Bahkan tanpa harus nunggu momen spesial. Jadi pas momen – momen tertentu dalam hidup teman kita itu, can we just be his/her friend? Bukan pengemis traktiran. Can we just sincerely support her or him without asking anything in return(directly)? Or else can we just support her or him in any choice or decision without giving any judgment?

 

Kecup Mesra

Mbak-Mbak yang Percaya bahwa Kedamaian Pertemanan muncul  tanpa Drama Traktiran

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *