#PUISI : PRASANGKA

PRASANGKA

Saat ini,

Kamu marah padaku,

pada terik matahari yang mendidihkan kepalamu,

pada bangunan-bangunan yang menjulang di kota,

juga pada keresahan yang melanda hatimu.

Orang-orang mulai berbicara,

dan rasanya kamu ingin tuli saja.

Mereka bahkan tertawa,

Kamu meringkuk.

Saat ini,

Kamu pun masih marah padaku,

pada aspal jalan yang kakimu lalui,

pada mesin-mesin yang tidak berhenti bekerja.

“Barangkali ada yang ingin kamu lakukan?”

“Tidak ada.”

.kurntia.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *