“MAKAN DI TEMPAT UMUM SENDIRIAN ITU BUKAN HAL YANG MENYEDIHKAN DAN KALIAN TIDAK PERLU KASIHAN”

“MAKAN DI TEMPAT UMUM SENDIRIAN ITU BUKAN HAL YANG MENYEDIHKAN DAN KALIAN TIDAK PERLU KASIHAN”

Pada suatu hari yang panas, seorang gadis, sebut saja namanya Bunga, tiba-tiba ngidam es teler 88 yang terkenal itu. Dan weekend ini, teman-teman kos Bunga sedang mudik semua dan dua orang makhluk yang ia sebut sahabat juga sedang berhalangan untuk keluar rumah, mager katanya. Jadilah Bunga, si single dan very happy itu, dengan tekad yang bulat dan demi bakteri-bakteri di ususnya biar nggak ngileran, memutuskan untuk membeli es teler itu sendirian. Berbekal dompet dan hp yang menjadi andalan, ia kemudian meluncur ke sebuah Mall di mana penjual es teler itu biasa mangkal.

Bunga akhirnya menyantap es telernya dengan tenang. Amin. The end. Selesai.

.

Kalian pernah makan di tempat umum?—Di restoran, warung makan atau Burjo lho ya, bukan di lobi Mall atau di tengah jalan.

Sama siapa makannya? Sama ayam geprek, nasi goreng, atau sama mie dok-dok ala Aa’? #lah

Sendirian pernah? Dih mending di bungkus apa ngajak siapa kek gitu, pacar orang misalnya #heh.

Makan sendirian di tempat umum sepertinya masih menjadi hal yang tabu dan tidak patut untuk diperbincangkan. Mengerjakan sesuatu sendirian, contohnya makan di tempat umum itu tadi, sepertinya digambarkan sebagai sesuatu yang menyedihkan dan tidak wajar dilakukan oleh sebagian besar orang, khususnya wanita, ye kan dia keluar rumah aja salah apalagi makan sendirian di tempat umum, ganjen.

Ketika melihat ada Mbak-mbak makan sendirian di restoran atau di Mall, entah kenapa kemudian kita auto kasihan dan menatap iba padanya, seolah si Mbak-mbak itu adalah Hatchi anak yang sebatang kara, pergi mencari ibunya—ahem. Tanpa sadar kita otomatis akan menghakiminya dengan pikiran negatif kita dan menduga-duga skenario bagaimana bisa si Mbak itu makan sendirian –kenapa nggak dibungkus aja sih? Sedih akutu. Ya suka-suka dia dong, Wahyudi! Kita akan menduga Mbaknya nggak punya temen, pelit atau bahkan sombong karena tidak mau berbaur dengan rakyat jelata.

Padahal bisa jadi alasan si Mbak itu makan sendirian adalah contohnya seperti kisah Bunga tadi. Dia jomblo. Baique, tidaq perlu qita jelaskan lagi ya, saudara-saudara. Dia punya temen tapi keadaan memang tidak mengharuskan mereka bersama. Entah mereka lagi ada acara lain (iya kali apa-apa mesti barengan, orang nikah aja pada sendiri-sendiri toh?), atau bisa jadi mereka lagi nggak punya uang dan si Bunga terlalu misqin untuk mentraktir mereka. Nah daripada menunggu tapi tidak ada pastinya, mending Bunga langsung meluncur dan makan sendiri kan? Alasan yang lain lagi bisa jadi karena orang yang makan sendiri di luar adalah orang yang memang lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Tidak perlu mengasihani orang-orang yang makan sendirian di tempat umum karena makan sendirian juga ada keuntungannya. Salah satunya adalah menghemat waktu. Lah, waktu kok dihemat, emang gaji situ? Heuheu. Ketika kamu makan sendirian, kamu biasanya sudah menentukan pilihan sejak awal mau makan apa dan setelahnya pun kamu bisa langsung melanjutkan aktivitas lain.

Beda halnya dengan makan bersama orang lain. Ketika sampai di tempat makan, kamu harus menunggu teman-teman selesai memesan, di mana biasanya mereka akan membolak-balikkan menu beberapa kali sebelum menentukan pilihan. Apalagi di tanggal tua, yang dicari di daftar menu indomie padahal lagi makan di pizza hut. Belum lagi, saat makan dan setelahnya, akan dihabiskan dengan mengobrol, gosipin postingan Lambe Turah dari yang terbaru sampai postingan ke-seribu. Kecuali emang tujuan awal situ adalah kumpul-kumpul aja, makan cuma sekedar selingan, bro. Kan sedap tuh nyimak sambil ngunyah.

Keuntungan lainnya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan ‘me time’ dengan maksimal. Ada beberapa orang yang bukannya dia tidak membutuhkan orang lain, tetapi karena ia memang merasa lebih baik setelah menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Dan makan di tempat makanan favorit adalah kegiatan salah satunya.

.

Jadi jamaah yang budiman, tulisan ini tidak dibuat demi mempropagandakan hidup anti-sosial, anti-empati dan keegoisan individu semata. Seseorang yang makan sendirian di tempat umum itu tidak perlu dikasihani atau dipandang dengan aneh. Toh makan sendirian itu juga nggak dosa, kecuali kalau kalian abis makan nggak bayar, Nah! Orang-orang yang makan sendirian itu pasti punya alasan tersendiri dan itu juga bukan urusan kita. Jadi baiknya kita tidak menghakimi begitu saja.

Kalau pun kalian merasa tidak tega ketika melihat seseorang makan sendirian di tempat umum, ya lakukan sesuatu. Kita bisa menawarinya untuk bergabung dengan meja kita atau menemaninya makan, tapi alangkah baiknya jika kita bertanya terlebih dahulu apakah ia keberatan atau tidak, nggak usah ditanya KENAPA dia makan sendirian.

Bisa juga dengan cara yang lebih extreme yaitu dengan lu samperin, ajakin kenalan terus nikahin, tapi yang ada situ ditampol orangnya.

Demikian sedikit pembelaan dari saya yang juga hobi makan sendirian di mana saja.

 

.kurntia.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *