Mengintip Kehidupan Remaja di Dunia dari Serial TV-nya

Masa remaja di SMA adalah masa-masa yang sulit dilupakan bagi sebagian orang. Itu adalah masa-masa di mana mereka tidak lagi dianggap sebagai anak kecil tetapi juga belum begitu terbebani tanggung jawab layaknya orang dewasa. Bersenang-senang dengan teman-teman, mencoba hal-hal baru, dan munculnya romansa-romansa di sekitar mereka adalah bagian dari gegap gempita masa remaja. Namun di baliknya, para remaja ini juga mulai bertemu dengan permasalahan-permasalahan kompleks yang kadang-kadang tidak bisa mereka bagi dengan orang dewasa. Nah, ngomongin soal permasalahan itu, ada serial TV dari beberapa negara yang menurutku cukup epic dalam menggambarkan problematika yang dialami para remaja.

Hormones atau Hormon: The Series (2013)

Serial TV pertama ini dari negara Thailand. Judulnya aja udah lumayan gereget. Masa remaja memang identik dengan masa pubertas dan ledakan-ledakan hormon. Serunya, serial ini digambarkan dari sudut pandang para remaja. Jadi kalau kalian udah jadi orang tua atau punya saudara yang masih remaja dan pengen tau isi kepala mereka, at least sedikit paham dengan apa yang mereka rasakan, menurutku serial ini bisa jadi referensi. Permasalahan yang dimunculkan di serial ini juga tidak jauh berbeda dengan permasalahan yang dihadapi remaja Indonesia. Meskipun ada perbedaan budaya, tapi aku yakin kalian tetep bisa menghubungkannya.

Yang juga bikin aku cukup terkesan sama serial ini adalah, mereka tidak hanya menceritakan hubungan percintaan pasangan hetero atau straight, tapi juga ada pasangan homo—di mana si tokoh ini bingung sama preferensi seksual dia sendiri. Aku yakin banyak remaja yang mengalaminya tapi banyak juga yang mengabaikannya begitu aja. Nah, jarang-jarang kan ada serial TV yang mengangkat dan menceritakan tentang bagaimana perasaan mereka sebenarnya. Serial ini ada 3 season ya, tiap season ada 13 episode, jadi lumayan lah buat stok tontonan pas weekend.

Gossip Girl (2007)

Serial TV yang kedua ini dari Amerika Serikat. Kalau serial yang tadi cukup relatable sama budaya dan kehidupan remaja di Indonesia, yang ini jangan ngimpi! Ya kecuali kalau kalian termasuk ke golongan crazy rich Indonesians, oke lah. Tapi menurut aku pribadi, justru karena Gossip Girl ini menggambarkan cerita yang amat-jauh-berbeda-banget-sekali dengan apa yang ada di sekitarku, aku jadi punya gambaran baru tentang kehidupan lain di luar sana. O, jadi gitu rasanya jadi remaja kaya dan hobi party ya, kan?

Di serial ini juga ada si Gossip Girl yang kalau di Indonesia namanya Lambe Turah. Ada masalah viral, cekrek langsung diupload dan jadi bulan-bulanan masyarakat. It’s super toxic and we should not be any part of it.

Gossip Girl ada 6 season dengan 20-an episode per season, gile, tapi menurutku nonton sampai 2-3 season aja cukup sih kalau cuma mau tau tentang cerita intinya aja, karena season selanjutnya itu ceritanya mbulet ae, rek! –tapi aku nonton sampe eps final juga sih, heuheu.

SKAM (2015)

Dari dua serial TV yang aku sebutin sebelumnya, serial ketiga dari Norwegia ini adalah favoritku. Sama-sama menceritakan tentang problematika remaja SMA seperti dua serial sebelumnya, tema cerita yang disuguhkan Skam lebih luas, lebih kompleks, tapi menarik. Ada feminisme, kesehatan mental, preferensi seksual, dan agama. Menurutku, Skam cukup sukses untuk memasukkan hal-hal itu ke dalam cerita tanpa ada kesan menggurui sama sekali. Remaja kan paling susah dibilangin, ya kan? Jadi tanpa harus ditunjukin pesan moralnya apa, aku yakin kalian bisa nangkep langsung dari nonton aja.

Skam ini ada 4 season dengan 10-an episode per seasonnya. Tiap season nanti akan fokus ke salah satu tokoh. Season favoritku sih yang keempat—kalo nggak semuanya. Heuheu.

Yang paling berkesan dari Skam menurutku, di season keempat itu mereka berhasil menceritakan seorang tokoh dari golongan minoritas. Si tokoh ini berusaha untuk tetap menjaga ajaran kepercayaannya tapi dia juga bisa bergaul dengan baik di tengah-tengah masyarakat dan teman-temannya tanpa minta dimaklumi. Nonton aja langsung deh, daripada nanti aku spoiler di sini.

Itu tadi tiga serial tv tentang kehidupan remaja yang menurutku paling epic. Semuanya udah pernah aku tonton, jadi kalau selera kita mirip-mirip, aku jamin rekomendasi ini sangat worth it buat ditonton.

Nggak usah tanya kenapa nggak ada serial TV dari Indonesia karena aku emang nggak nonton dan belum ada yang bikin tertarik. Barangkali ada yang mau share serial TV Indonesia yang epic gitu? Boleh aja~

.kurntia.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *