Freelancer Bukan Pengangguran

Kalian pernah punya tetangga, saudara, pakdhe, budhe, pacar, teman, atau bahkan kalian sendiri, yang kelihatannya menganggur dan sehari-hari hanya berdiam diri di dalam rumah, tapi punya duit? Wah pasti pelihara tuyul tuh!—adalah dugaan standar orang-orang awam. Mereka masih berpikir bahwa pekerjaan yang menghasilkan uang di dunia ini hanya tersedia di dalam gedung-gedung kantor atau instansi-instansi pemerintahan—ehem! Tentu saja pemikiran seperti ini tidak bisa dihindari. Apalagi kalau kamu tinggal di kampung, dengan orang-orang yang masih merem teknologi, lalu mereka melihat kamu hanya berdiam diri di dalam rumah dan tidak berangkat kerja ke kantor, maka kamu secara otomatis akan dicap sebagai pengangguran.

Padahal nih ya, di zaman yang serba digital ini, banyak pekerjaan menjanjikan dan menghasilkan uang yang bisa dikerjakan di rumah tanpa perlu berangkat ke kantor. Nah, orang-orang yang bekerja di rumah dan tidak terikat kontrak kerja ini, biasanya berjuluk freelancer atau dalam bahasa Indonesia artinya pekerja lepas. Bidang pekerjaan freelancer pun ada banyak macamnya, mau jadi penulis, penerjemah, desainer grafis, fotografer, pembuat content, atau bahkan ada juga bidang joki. Di dalam artikel ini, aku akan share beberapa rekomendasi website atau alternatif pekerjaan yang bisa kamu kerjakan di rumah—atau di mana saja, dan kapan saja. Sak bahagiamu, wes!

Projects.co.id

Projects.co.id adalah salah satu marketplace yang cukup terkenal bagi para freelancer. Website berbahasa Indonesia ini tidak hanya menyediakan pekerjaan dan pekerjanya, tetapi juga bisa digunakan untuk transaksi jual-beli produk. Jika kamu adalah seseorang yang membutuhkan seorang pekerja untuk menyelesaikan proyek, maka istilah untukmu adalah Owner. Kamu hanya perlu membuat akun, mengunggah jenis pekerjaan dan rinciannya, lalu memilih pekerja yang sesuai dengan keinginanmu. Untuk para pekerja—atau istilah di websitenya adalah Worker, aturan mainnya hampir sama dengan Owner. Kamu membuat akun, lalu mencari proyek yang sesuai dengan bidang yang kamu inginkan, ajukan penawaran tarif dan portofoliomu, lalu menunggu dipilih. Biasanya para owner akan memilih para pekerja sesuai dengan contoh hasil kerja atau portofolio mereka dan kecocokan tarifnya. Keuntungannya lagi, kalian para worker bisa memilih bidang mana yang cocok atau pekerjaan mana yang ingin kalian kerjakan. Jadi udah nggak ada alasan males-malesan kerja karena nggak sesuai passion kan? Di situ tinggal milih, cuy! Ya sambil nunggu dipilih juga, sih! Tapi kalau betul kata orang rezeki itu kayak jodoh, nggak bakalan kemana! Heuheu.

Freelancer.co.id

Website ini sistemnya juga hampir sama dengan projects.co.id. Kalian tinggal membuat akun dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang diinginkan. Dah gitu aja!

Fiverr

Yang ini juga masih sama dengan dua website sebelumnya, tapi kalau di sini, saingan tidak hanya datang dari pengangguran dalam negeri, tapi dari seluruh dunia. Heuheu. Jadi siapin aja portofolio kalian sebaik mungkin dan pantang menyerah untuk mempromosikan diri di sana. Selain website, Fiverr juga ada versi aplikasinya. Jadi sok atuh dipilih mana yang lebih enak aja.

Flitto

Si Flitto ini, juga masih hampir sama sistemnya dengan website-website sebelumnya, tapi Flitto khusus untuk bidang terjemahan saja. Selain memberikan rating untuk penerjemah yang mendaftarkan akun mereka di sana, mereka juga menggunakan sistem kelas. Ada penerjemah biasa dan penerjemah Pro. Penerjemah biasa hanya bisa menerjemahkan proyek dalam skala kecil—untuk beberapa kata dan kalimat saja, sementara penerjemah Pro bisa menerima tawaran proyek yang lebih besar. Nah, agar bisa naik kelas, Flitto mensyaratkan akun penerjemah biasa untuk menyelesaikan sebuah tes dan mengisi data diri sebelum dievaluasi oleh pihak terkait. Setelah dikonfirmasi oleh penguji dan dinyatakan lulus—kira-kira prosesnya dua minggu—akun kalian akan naik kelas menjadi penerjemah Pro sehingga bisa menerima proyek terjemahan untuk skala yang lebih besar.

Untuk sistem pembayarannya, bagi penerjemah biasa, mereka akan dibayar menggunakan poin. Poin tersebut dapat diuangkan atau ditukarkan dengan pulsa setelah mencapai nominal tertentu. Sementara untuk penerjemah Pro, mereka bisa mencairkan uang langsung ke akun paypal mereka setelah menyelesaikan sebuah proyek terjemahan.

Joki Online

Nah, dari pekerjaan-pekerjaan freelancer di atas, mungkin bidang ini yang paling unik. Jujur, untuk yang ini, aku sendiri belum pernah mencobanya. Tapi untuk artikel ini, aku berhasil melakukan wawancara langsung dengan si Joki yang bisa dibilang sudah cukup profesional di bidangnya—weddeeww~

Kalian pasti sudah tidak asing dengan marketplace bernama JD.id, Lazada, Tokopedia, Shopee, dan kawan-kawannya itu. Di aplikasi jual-beli itu, sering kali ada event bernama Flash Sale—atau Obral Cepat. Barang-barang yang dijual pada saat flash sale biasanya bervariasi dari smartphone hingga kondom—dengan potongan super miring. Bayangin harga panci yang biasanya 90ribu-an, pas flash sale bisa jadi 14ribu-an cuy! Ini harganya atau otak penjualnya yang miring?!

Nah rupanya, dengan adanya potongan-potongan harga dari para penjual di marketplace itu, berhasil menarik para penjual lain untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka ini—istilahnya si bos besar—yang memiliki modal untuk membeli kembali beberapa barang yang dijual dengan harga murah pada saat flash sale. Biasanya yang paling diincar adalah smartphone. Si bos besar ini kemudian merekrut bos joki yang nantinya juga akan merekrut joki-joki freelancer. Para joki ini akan membuat akun di marketplace yang sedang mengadakan flash sale dan membeli barang yang dijual, tapi dikirimkan dan ditagihkan pada si bos besar itu. Dari situ, mereka akan mendapatkan upah dari hasil menjadi joki, jika pembelian berhasil dilakukan.

Sesuai hasil wawancara dengan sebut saja namanya ‘Bu RT’— sumber yang sudah memiliki pengalaman perjokian dengan membabi buta, penghasilan menjadi joki sudah bisa disandingkan dengan gaji UMR kota Yogyakarta. Padahal dia seorang Ibu rumah tangga—yang hanya bisa ngutek hp kalo anaknya bobo aja.

Dunia perjokian online ini bisa dibilang sebagai bisnis underground karena tidak terang-terangan dilakukan dan mereka biasanya beroperasi dalam sebuah grup. Si bos joki akan mengumumkan berapa unit smartphone yang dibutuhkan dan upah yang akan diterima, sebelum para joki ini mulai mengeksekusi proyek tersebut.

Keuntungan dari pekerjaan ini adalah kalian tidak perlu memiliki keahlian khusus seperti pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya. Asal kalian bisa mengoperasikan smartphone, tidak malas membaca instruksi dan rajin berguru dengan teman-teman seprofesi, pekerjaan ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang atau bahkan menjadi mata pencaharian utama.

Pembuat Content

Untuk pembuat content sendiri mungkin jenis pekerjaannya hampir sama dengan projects.co.id, freelancer, fiverr atau flitto ya. Tapi di sini kita bisa memilih, mau membuat content apa saja. Contohnya bisa blogging atau membuat video di youtube. Kedua bidang tersebut hanya bisa menghasilkan uang dari iklan atau jumlah kunjungan ke akun yang kita kelola. Semua proses juga kita sendiri yang handle, jadi pastikan untuk tekun dan sabar, ya! Meskipun awalnya cuma dapet recehan, tapi ketika blog atau akun youtube kita sudah banyak pengunjung, hasilnya lumayan juga lho!

Di luar sana, masih banyak pekerjaan dari website, aplikasi atau bahkan perseorangan yang bisa kalian kerjakan tanpa harus berangkat ke kantor atau terikat dengan kontrak kerja. Tapi bukan berarti hal itu jadi membuat kalian seenaknya ya, karena pekerjaan-pekerjaan itu juga tetap mengutamakan tanggung jawab dan kepercayaan. Abaikan cibiran orang lain mengenai profesi sebagai seorang freelancer, kan yang penting halal dan legal, bonus tambahan kalau duitnya cocok dan bidangnya sesuai dengan passion kalian.

Kira-kira mau mencoba pekerjaan yang mana nih, gaes?

.kurntia.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *