#Puisi: Reuni

Ini adalah pertemuan pertama kita setelah empat tahun lamanya.
Kau tak lagi mengenakan kaos kusut dan celana jeans yang koyak di bagian lututnya.
Pakaianmu telah berganti kemeja dan setelan formalnya.

Kita pun berjabat tangan kemudian.
Memberi kesempatan pada kulit kita masing-masing untuk bernostalgia.
Tak ada lagi getar yang tersisa,
Tak ada lagi sulur yang menjamah jantungku agar berdebar hebat—seperti dulu.
Tapi barangkali syaraf di tubuhku saja yang berhenti bekerja.

Kata-kata ‘Apa kabar’ kita tukar,
Seolah kita akan benar-benar jujur menjawabnya.
Tapi setidaknya kita bicara,
Meski bukan lagi tentang mimpi-mimpi bersama,
yang sepakat kita akhiri empat tahun lalu.

Ini adalah pertemuan yang membahagiakan.
Sebab duka yang sempat aku kira selamanya,
Rupanya tak lagi aku rasa.


.kurntia.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *