Single and Happy

Ini temanya gue banget sih tapi malah bingung mau nulis apaan, hahahaha. Mungkin karena terlalu menjiwai jadi gak tau mesti mulai dari mana. By the way, kalo kita seumuran, jaman SD dulu Oppie Andaresta ngeluarin lagu judulnya “Single Happy”. Jaman itu tentu aja gue nggak ngeh maksudnya tu lagu apaan ye kan. Baru pas kuliah, saat cinta banyakan boncosnya daripada jadinya sadar betapa powerfulnya lagu tsb. Semakin kesini saat hampir semua temen sekolah gue udah kalo nggak nikah, punya anak, lamaran, ya minimal pacaran serius lah, lagu ini jadi makin relevan. Ya secara gue masih sibuk kesana kemari, dan nggak kepikiran buat having such a huge commitment like relationship or even marriage. I do prepare myself to remain single.

Menurut opini sotoy gue, penting untuk masing-masing orang merasa bahagia dulu ketika dia single, maka ketika dia menjalin relasi ya harapannya kebahagiaannya berlipat ganda. Salah satu kekeliruan dalam menjalin relasi (menurut gue) adalah merasa bahwa dengan memiliki pasangan maka kita akan bahagia, atau dengan memiliki pasangan kebahagiaan akan komplit. Ketika ada perjumpaan, suatu saat akan ada perpisahan. Kalau baru ngerasa bahagia atau komplit saat punya pasangan, pas suatu saat pasangan pergi berarti ga bahagia lagi dong? Why should we rely on other people to make us happy?

Etapi walau gue mendorong masing-masing orang untuk merasa bahagia utuh tanpa harus menikah bukan berarti gue menentang pernikahan ya. Sampai detik ini gue masih selalu amaze dan appreciate siapapun yang memutuskan untuk menjalani komitmen sebesar pernikahan dan memutuskan untuk selalu berjuang dalam komitmen tersebut. Itulah kenapa tiap kali kondangan di kartu ucapan gue selalu tulis, “selamat berjuang” ya karena emang menurut gue pernikahan adalah suatu perjuangan terus-menerus. Selesainya kapan? Ya entarlah pas peti mati ditutup.

Do I plan to get married? Actually no. Yagimana dong, saya ada di posisi kalopun saat ini ada mas-mas atau dedek-dedek unyu yang emang jadi crush saya ngajakin saya pacaran aja belum tentu saya mau. (BELAGU AMAT SIH ELU GEN, MACEM ADA YANG MAU AJA NGAJAKIN ELU PACARAN AJA). Apalagi nikah. I just think it’s not for me. Jadi emang bener sih kata kakak Oppie Andaresta,

Aku baik-baik saja

Menikmati Hidup yang aku punya

Hidupku sangat sempurna

I am single and very happy

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *